Catatan Akhir Sekolah
Tugas ini merupakan tugas terakhir dari Bapak Fusliyanto (Bahasa Indonesia).
Tidak tahu apalagi rencana-Nya sehingga saya bisa tiba dan menetap di kota ini, Jember. Sungguh luar biasa bagi saya bisa menjadi bagian dari siswa/i yang beruntung dapat mengenakan almamater SMA Negeri 2 Jember. Sekolah dimana saya menjalani sejuta kisah yang tidak akan pernah terlupakan.
Tahun pertama saya di SMADA bisa dikatakan sebagai fase untuk menyesuaikan diri bagi perantau seperti saya. Hari-hari saya diisi dengan mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah saya temui di kampung halaman saya, bersama keluarga baru saya, teman-teman Ringtone (X1). Yang paling istimewa dari kelas ini adalah dimana saya menemukan Angel, yang suka berdandan di kelas, Bhaskoro, klepto pulpen, Djeh dan Firman, si anak gaul, para calon partner masa depan sekaligus keluarga saya. “Terima kasih telah meramaikan hidup saya dengan nada-nada yang telah kita rangkai bersama.”
Di tahun kedua, saya berada di program minat IPA. Inilah saat dimana saya bertemu para calon orang sukses, keluarga yang punya ikatan batin, SPARTAmbeng (IPA 5). Yangakan membuat saya merindukan kelas ini adalah orang-orang di dalamnya. Temansebangku yang paling jaim, Salim yang cabul, Fifin yang paling alay, Nuu yang belum bisa saya pahami, Tante yang mistis, Ebok, Novi, Ika (kepala suku abadi), Cika, Nona, dkk penyedia kabar terhangat, Gembel yang jadi bulan-bulanan sekelas, Bunda? (ada part-nya sendiri. Serius nih, bukan bercanda),Galuh yang berjasa bagi saya, Oriz yang akhirnya berhenti nyampah, Meiyang kepo, Cupu yang selalu mencoba melucu, Jatu dan Iyek sebagai couple pertama,Pepi yomaaan, Nyod si adik kelas yang mayak, Baba yang paling antimainstream, Khalid sang komposer, Riau yang sedikit aneh, Ikma si korban ke-maho-an Baba, Mancung yang nyolot, Luna dan Ayu yang tidak disangka-sangka, Ines yang primitif, Mita si ketua kelompok yang paling niat, Nastiti si pendengar setia dongeng-dongeng dari Mita, Endok yang paling cool,Ojan si pemburu cinta sejati, Akrom dengan “jangan menyerah”-nya, Sentil bin Haji Bakat, kyai kita, Intan dengan mellow-nya, Lely yang diam-diam ternyata stalker, dan Tori.
Dan sekarang tinggal menghitung hari keluarga ini menjalani hari-hari yang tidak akan pernah terulang. Kalau saya harus mengucapkan terima kasih, akan butuh lebih banyak lembaran untuk menuliskan atas apa rasa terima kasih saya kepada keluarga ini. “Semoga sukses kawan-kawan. Kalau reuni kita ngelencer pakai motor lagi ya!”.
Di tahun ketiga, saya mendapat sebuah kado teristimewa dari SPARTAmbeng. Mungkin perlu flashback ke tahun pertama saat saya mengikuti seleksi OSN Bahasa Inggris. Seseorang yang duduk di bangku di depan saya membuat hidup saya berbeda.
“Untuk kamu yang sedang bersamaku. Jujur saja kamu bukanlah orang yang baru-baru ini datang dalam hidupku seperti aku yang kamu rasa baru datang di waktu yang sempit ini. Kamu adalah sosok yang telah datang dari awal aku menjajaki hiruk-pikuk kota ini. Bersama kamu bukanlah cerita pelengkap masa remajaku melainkan cerita hidupku.Saat itu aku bukanlah orang yang berani mengenalmu. Bukan karena apa selain karena aku yang memang bukan siapa-siapa. Terima kasih telah menjadi alasan mengapa aku menjadi insan yang kuat dan mengajariku menjadi lebih baik. Hampir tiga tahun menunggumu membuatku menyayangimu dengan sederhana, dan aku bahagia bersamamu. Bersama pelangi,bintang, dan hujan.”
Mungkin tersisa satu bulan untuk kami bersama seperti saat ini. Selebihnya hanya akan sangat jarang bagi kami bertatap muka, kecuali Dia berkehendak lain. Dan saat waktu itu tiba, “Kelak aku akan datang kembali ke kota ini. Membawa sorban sutera untuk kusematkan ‘mawar’ yang dulu.” Sedih? Tentu! Sabar, kuat, dan percaya? Harus!
“Saat ada hal yang menggoyahkanmu, ingatlah kebodohanku tentang bintang! Ya, bintang.”
“Selamat bertahan dan sampai jumpa di masa depan untuk sebuah masa lalu . . .”
2 komentar
Really an awesome blog. Thank you for everything :)
BalasHapusYou're welcome :) this is dedicated for my last one :D
BalasHapus